#OPENMIND CHAPTER 3: HIJRAHMU SEBATAS KONTEN?

By Bahjatul Ummahat - Monday, March 18, 2019





Assalamualaikum manteman!

Akhirnya aku post blog juga yah setelah melewati 2 bulan di 2019 ini hahaha sungguh merasa bersalah karena aku berharap di 2019 bakal lebih rajin posting tapi qadarullah ada ajeeee alesannya buat kaga post haha yaudahlah lupakan.

Btw, kebetulan banget beberapa hari lalu aku baca postingan di twitter begini “kalau hijrahmu hanya sebatas posting posting ceramah dan ayat suci, itu bukan hijrah. Itu konten..”

YAY! Pas banget nih buat belajar bareng-bareng, temen-temen pasti pernah baca tentang “amal jariyah” dan “dosa jariyah” minimal temen-temen pernah denger deh. Pasti pernah lah yah hehe jadi maksudnya adalah, ketika kita melakukan suatu kebaikan atau keburukan di dunia, pahala dan dosanya akan terus mengalir meskipun kita sudah meninggal dunia. Apalagi di zaman sekarang ini medsos sepertinya sudah mewakili apa yang ada di hati dan fikiran kita. Baik, buruk, sedih, senang dan sebagainya.

Kembali ke topik yang akan aku bahas kali ini, hmm hijrah? Apasih yang ada di benak teman-teman kalau udah denger kata hijrah? Ya pasti ada yang mikirnya positif bahkan ga sedikit juga yang bilang itu hanya pencitraan. Kadang aku pribadi suka sedih aja gitu kalau di medsos banyak banget yang ngehujat temen-temen yang lagi berproses menjadi lebih baik. Mulai dari ngatain pencitraan, sok alim, sok suci dan lain-lain. Rasanya tuh poteeeekkkkkkkk banget. “Kenapa harus potek sih Bib? Emang kamu ngerasa?” jadi gini temen-temen, jujur deh aku pribadi sedih banget ketika ada orang yang berusaha memperbaiki dirinya tapi dilingkungan mereka yang bahkan orang yang ga kenal sama mereka berani ngehujat proses hijrah mereka dari yang kurang baik jadi lebih baik, bahkan mereka berani menghujat dengan kata-kata atau sindiran kasar. Menurut aku itu bukan contoh yang diajarkan di agama Islam.

Sedikit cerita tentang proses taubatnya aku pribadi. Dulu, aku kalau liat postingan dakwah agak kesel juga dan bilang “apasih ini” “apasih ini”. Tapi lama-kelamaan aku bilang “oh iya bener juga yah” “oh iya ternyata begini” “oh ya ternyata gitu toh”. Dan akhirnya aku sadar postingan di medsos yang berbau dakwah itu bisa membuat aku berfikir lebih positif bahkan bisa membuat merubah diri aku ke arah yang lebih baik. Entah berapa akun medsos yang bisa membuat aku lebih berfikir positif dengan postingan mereka yang luar biasa merubah kehidupan seseorang, yang pasti aku berterima kasih banget sama akun-akun dakwah, semoga kebaikan kalian Allah balas dengan pahala yang berlipat :’)

Kita gak pernah tau perjalanan seseorang untuk berubah jadi lebih baik, ada yang mati-matian untuk berubah dan mempertahankan perubahannya, ada yang santai, ada yang dijauhi teman-temannya karena perubahannya, ada yang gak di dukung keluarganya dan masih banyak lagi. Bahkan beberapa tahun lalu, ketika aku berusaha merubah cara berpakaian aku dari yang tadinya suka pakai jeans, kaos, blouse dan lain-lain, lalu aku berusaha merubah cara berpakaian aku sesuai dengan syariat Islam keluarga aku sempat menentang loh, katanya apa sih pakai rok gitu, gamis gitu, udah bagus pakai jeans. Coba kalau aku gak kuat iman, mungkin saat ini aku masih seneng berpakaian kayak gitu, naudzubillahimindzalik. Tapi, aku berusaha untuk istiqomah sampai saat ini, dan Alhamdulillah keluarga aku pribadi lama kelamaan nerima dengan perubahan aku, malah semakin didukung dan bahkan keponakan aku yang masih kelas 3 SD selalu pengen berpakaian syar’i. MasyaAllah yah, kadang kita gak tau hal apa yang sudah kita lakukan dan membawa efek perubahan positif kepada orang-orang sekitar, termasuk keluarga.

“Undzur maa qoola walaa tandzur man qoola..” Look what he said, don’t look who has said. Lihat apa yang disampaikan, namun jangan lihat siapa yang menyampaikan. Bedakan riya pamer, dengan berbuat kebaikan.

Sebagai generasi milenial, kita harus bisa memanfaatkan medsos untuk hal-hal kebaikan, terutama dalam berdakwah. Setiap orang mempunyai usahanya masing-masing untuk merubah dirinya sendiri ke arah yang lebih baik, siapa tahu dengan postingan kita orang lain bisa mendapatkan kebaikannya juga untuk berubah ke arah yang lebih baik. 😊

Tugas kita saat ini ialah menebar kebaikan dan jangan pernah hiraukan orang yang menjadi penghalang kita untuk berbuat baik, ingat ya menebar kebaikan dengan cara yang baik, lalu doakan. Semoga Allah selalu melindungi kita. Aamiin yaAllah.

Semangat teman-teman, ingatkan aku ya kalau aku berbuat salah. 😊


With love, bee.

  • Share:

You Might Also Like

0 comment